Coming Together is Beginning ..., Learning Together is Progress ..., and Growing Together is Success ...!

Rabu, 28 Oktober 2009

GREAT GRANDFATHER
















Nama : GL Johar/Jantan
  • Kecerdasan : Bagus
  • Karakter : Bagus
  • Anatomi : Bagus
Spesial :
  • Turun sangat cepat sekali membentuk huruf L
  • Mampu menghasilkan keturunan dengan gaya menukik membentuk huruf L keseluruh anakan / turunannya.

Prestasi : Aduan di Johar Jakarta dengan ratio kemenangan 90%.

Catatan : Sudah Meninggal.

PIGEON PERFORMANCE















Semua burung diciptakan, dilengkapi, dan memiliki cara terbang dengan memanfaatkan angin. Karena terbang membutuhkan energi yang besar, burung telah diciptakan dengan otot dada yang kuat, jantung yang besar dan kerangka yang ringan. Tingkat energi yang tinggi yang diperlukan oleh burung untuk terbang dihasilkan oleh metabolisme tubuh yang cepat untuk menghasilkan energi yang besar . Bukti kehebatan penciptaan pada burung tidak berhenti pada tubuhnya saja, banyak burung dapat menggunakan cara tertentu untuk menurunkan energi dan berat badan secara cepat pada saat yang diperlukan. Semua kelebihan yang dimiliki seekor burung merpati membentuk suatu kesatuan kompak yang menciptakan performance dari seekor merpati.

Pigeon performance suatu kinerja atau hasil kerja/prestasi dari seekor merpati (panjangnya) adalah kemampuan seekor merpati yang memiliki beberapa keunggulan seperti gaya terbang yang bagus, mampu terbang cepat, mampu terbang tinggi, mampu terbang dalam waktu yang lama, mampu menukik/terjun dengan sangat cepat, dan mampu mendarat/landing dengan sempurna. Serta memiliki kecerdasan/intellegence yang bagus, naluri/karakter/mental tanding/gameness yang bagus, serta memiliki fisik/anatomy yang bagus pula. Sehingga tercapainya suatu prestasi (hasil kerja/kinerja) berkualitas dan kuantitas dari seekor merpati yang dicapai melalui proses yang efektif dan efisien.

Pigeon Performance (singkatnya) tercapainya suatu prestasi (hasil kerja/kinerja) berkualitas dan kuantitas dari seekor merpati yang dicapai melalui proses yang efektif dan efisien.

KECERDASAN MERPATI















Merpati adalah burung yang paling cerdas diantara burung-burung. Bahkan, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh University of Montana, "[merpati] adalah salah satu makhluk yang paling cerdas, mahluk yang memiliki keahlian fisik paling mahir di kerajaan binatang."

Merpati telah dicoba dalam banyak percobaan dalam perbandingan psikologi, termasuk percobaan dengan hewan kognisi, dan sebagai hasilnya kita memiliki cukup data pengetahuan tentang  kecerdasan seekor merpati .

Kecerdasan Merpati :
  1. Merpati dapat mengenali 26 surat dalam bahasa Inggris.
  2. Mereka dapat diajarkan tindakan yang relatif kompleks dan merespon secara berurutan, dan dapat belajar untuk membuat tanggapan dalam urutan yang berbeda.
  3. Dalam tes ilmiah telah ditemukan bahwa merpati dapat membedakan foto yang berbeda dan bahkan dapat membedakan antara dua manusia yang berbeda dalam sebuah foto.
  4. Studi yang dilakukan di Keio University di Jepang menunjukkan bahwa merpati bisa belajar untuk membedakan antara lukisan Van Gogh dan Chagall, berdasarkan beberapa fitur isyarat, warna dan pola.
  5. Merpati mampu mengingat banyak individu dalam gambar untuk waktu yang lama, misalnya ratusan gambar untuk periode beberapa tahun.
  6. Merpati memiliki kemampuan untuk membagi perhatian antara dimensi yang berbeda dari stimulus (reaksi spontan akibat suatu rangsangan), tapi seperti manusia dan hewan lainnya kinerja mereka dengan beberapa dimensi lebih buruk daripada dengan stimulus satu dimensi.
  7. Merpati mudah belajar untuk menanggapi di hadapan stimulus sederhana dan menahan respon di hadapan  stimulus yang berbeda, atau membuat tanggapan yang berbeda apabila dihadapkan pada rangsangan yang berbeda.
  8. Merpati dapat membedakan individu merpati lainnya, dan dapat menggunakan perilaku merpati lainnya sebagai isyarat respon untuk menanggapi mereka.
  9. Merpati  dengan mudah belajar membuat  suatu tanggapan secara  berbeda terhadap kategori yang berbeda dari suatu rangsangan, misalnya dengan menggunakan gambar segitiga hijau atau manusia.


     Semua ini adalah kapasitas yang cenderung ditemukan pada kebanyakan spesies mamalia dan burung. Selain  itu merpati memiliki kemampuan yang tidak biasa, mungkin unik, untuk mempelajari rute kembali ke rumah mereka dari jarak jauh. Perilaku merpati ini adalah berbeda dari migrasi burung lainnya, yang biasanya terjadi  secara rutin setiap tahun, sedangkan merpati lebih fleksibel; Namun mekanisme serupa dapat terlibat.

    Selain itu, mungkin diantara sedikit binatang yang mampu lulus dalam tes cermin ; apakah binatang mengakui bayangannya sebagai gambar dari dirinya sendiri-bersama dengan simpanse umum, bonobo, orangutan, lumba-lumba, Afrika beo abu-abu, gagak, gajah, dan manusia.




    Nb : 

    Stimulus itu adalah rangsangan yang diberikan kepada mahluk hidup yang kurang peka terhadap situasi lingkungan, tapi begitu diberikan sentuhan, dia akan langsung bereaksi

    Kognisi
    kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dsb) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri, proses, pengenalan, dan penafsiran lingkungan untuk mermperoleh pengetahuan.

    Sumber :




















    DIVING PIGEON















    Nama : Ponco/Jantan
    • Kecerdasan : Baik
    • Karakter : Baik
    • Anatomi : Bagus
    Spesial : Tinggi Mutus/Metil bawah rapi

    Catatan : Bloodline bagus dan jelas

    Status : Cross Breeding

    KEMAMPUAN MERPATI UNTUK TERBANG TINGGI















    Selain dari faktor genetic, faktor psychologist, dan faktor environment  ada 3 ( tiga ) kemampuan  penting yang cukup dominan yang dapat mempengaruhi kemampuan seekor burung merpati  untuk terbang tinggi, terbang cepat, terbang dalam jarak yang jauh, dalam waktu yang lama, mampu kembali pulang kandang walaupun dilepas dari jarak yang sangat jauh, mampu bermanuver di udara lalu terjun kebawah dengan sangat cepat serta landing yang sempurna, dll.

    Untuk beberapa faktor physical / anatomi yang cukup dominan mempengaruhi kemampuan seekor burung merpati untuk dapat terbang tinggi (salah satu dari beberapa kemampuan seekor merpati ) yaitu :
    1. Faktor bobot tubuhnya harus se ringan mungkin.
    2. Faktor kerangka tulang yang kuat dan ringan.
    3. Faktor otot yang baik/kering (tidak berlemak).
    4. Faktor bulu yang baik, bulu sayap dan ekor yang kuat tebal dan rapat, juga harus memiliki lapisan minyak yang cukup untuk membuat bulu kedap udara,membuat bulu tidak mudah basah karena hujan,dapat menjaga suhu tubuh.
    5. Memiliki nafas yang baik, memiliki paru-paru yang bagus karena untuk terbang tinggi memerlukan tenaga yang cukup besar untuk melawan/menerpa arus angin, kemudian bila diatas langit semakin tinggi maka semakin tipis oksigen yang tersedia oleh karena itu harus memiliki -paru yang bagus.
    6. Harus memiliki mata yang tajam sehingga dapat melihat dalam jarak jauh ( Burung buta tidak akan dapat terbang, burung yang memiliki mata rabun,dsb,tidak dapat terbang tinggi).
    7. Faktor keseimbangan tubuh yang baik untuk bermanuver di udara dan terjun kebawah.
    8. Faktor kekuatan dan tenaga yang dihasilkan dari pencernaan yang baik dan metabolisme tubuh yang cepat.
    9. Memiliki kaki yang kuat dan panjang sehingga memudahkan seekor merpati melakukan pendaratan dengan sempurna, kaki dan ekor juga merupakan salah satu dari 3 ( tiga )  bagian titik keseimbangan  ( centre of gravity ) dari seekor merpati.

    KERANGKA TULANG BURUNG MERPATI


















    Seluruh burung yang dapat terbang dilengkapi dengan tulang dada yang sangat kuat (sternum) yang memiliki lempengan datar yang lebar, yang disebut lunas, sebagai sambungan otot-otot terbang. Karena burung dirancang untuk tujuan terbang, tulang-tulang mereka berongga dan terbungkus otot-otot. Otot-otot yang membungkus tulang ini mendukung penerbangan yang menghasilkan keringanan luar biasa tanpa mengorbankan kekuatan. Tulang-tulang berongga ini menjadi ide utama dalam rancangan sayap pesawat terbang. Kerangka tulang burung lebih ringan daripada rangka hewan menyusui. Sebagai contoh, kerangka seekor merpati beratnya hanya 4,4% dari keseluruhan berat tubuhnya. Tulang burung sangat ringan namun kuat, terutama karena memiliki rongga-rongga yang memperkuat tulang tersebut.

    Bagian rangka yang yang disebut lempeng dada terdiri dari penyokong tulang sayap yang kokoh, dan meliputi tulang dada dan tulang garpu yang khas pada burung. Tulang yang menopang sayap ini sangat kuat dan bergabung bersama. Bulu ujung sayap menempel ke tulang-tulang "tangan" gabungan ini. Korset panggul menyambung bagian bawah maupun belakang untuk memungkinkan otot-otot kaki bekerja lebih tepat.Tulang dada burung tidak lentur untuk melindungi tubuh ketika sayap dilipat, jika dibanding makhluk lain. Ini berarti, volume ruang rusuk tidak berubah selama terbang, menghirup, atau mengeluarkan nafas. Sayap tertarik ke bawah oleh otot yang mengerut. Ketika sayap diangkat dan otot dada kecil (supracoracoideus) mengerut, otot dada besar (pectoralis major) mengendur. Ketika otot dada besar dikerutkan dan otot dada kecil dikendurkan, sayap turun.


    BULU BURUNG MERPATI

















    Bulu adalah yang terpenting dan dari segi keindahan yang menarik dari seekor burung. Ungkapan "ringan seperti bulu" menggambarkan kesempurnaan bentuk yang canggih dari sehelai bulu. Bulu terbuat dari semacam zat protein yang disebut keratin. Keratin merupakan bahan yang keras dan berdaya tahan yang terbentuk dari sel-sel tua yang berpindah dari sumber-sumber zat gizi dan oksigen pada lapisan kulit yang lebih dalam dan mati untuk memberi jalan bagi sel-sel baru.

    Rancangan pada bulu burung begitu rumit,bulu "memiliki kerumitan bentuk yang ajaib" yang "memungkinkan perbaikan aerodininamik secara mekanik" yang tak pernah dapat dicapai melalui cara lain manapun, bulu merupakan penyesuaian yang hampir sempurna untuk terbang karena bulu itu ringan, kuat, berbentuk pola yang memperlancar aliran udara, dan memiliki bentuk kawat berduri dan pengait yang sangat kuat.

    Duri Kecil dan Pengait pada Bulu
    Kita menemukan rancangan yang luar biasa jika bulu burung diamati di bawah mikroskop. Sebagaimana kita semua ketahui, terdapat ruas yang terbentang di bagian tengah bulu. Ratusan duri kecil tumbuh di tiap sisi ruas tersebut. Duri-duri dengan berbagai kelembutan dan ukuran memberikan bentuk aerodinamik pada burung. Terlebih lagi, setiap duri memiliki ribuan helaian yang lebih kecil yang menempel padanya dan disebut barbula (kawat-kawat halus), yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Barbula ini terkunci bersama dengan alat seperti pengait (hamuli). Barbula tersebut terikat satu dengan lainnya seperti risleting dengan bantuan pengait-pengait ini. Setiap barbula terikat menjadi satu dengan ratusan pengait. Pengait saling mengunci seperti gigi-gigi di kedua sisi risleting. Barbula-barbula ini saling mengunci begitu erat sehingga bahkan tiupan asap pada bulu tersebut tidak akan dapat menembusnya. Jika pengait-pengait tersebut terpisah karena suatu hal, burung dapat dengan mudah memperbaiki bulunya menjadi bentuk semula dengan mengocoknya sendiri atau dengan meluruskan bulu-bulunya dengan paruhnya.

    Bulu-bulu muncul dari bentuk tabung berongga pada kulit. Seekor anak burung berumur 2-3 jam pada umumnya sudah mempunyai bulu untuk menghangatkan diri. Untuk bertahan hidup, burung harus menjaga bulunya tetap bersih, rapi, dan selalu siap untuk terbang. Mereka menggunakan kelenjar minyak yang berada di pangkal ekornya untuk perawatan bulu-bulu mereka. Mereka membersihkan dan menggosok bulunya dengan menggunakan minyak ini, yang juga memberikan kemampuan tahan air ketika mereka berenang, menyelam, atau berjalan dan terbang dalam hujan. Di samping itu, pada cuaca dingin bulu-bulu tersebut mencegah suhu tubuh burung merosot. Bulu-bulu tersebut dirapatkan erat ke tubuh dalam cuaca panas agar tetap dingin.

    Bulu memiliki kegunaan berbeda tergantung pada tempatnya di tubuh. Bulu di badan seekor burung memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan yang ada di sayap atau ekor. Bulu-bulu ekor yang penuh ditumbuhi bulu berguna untuk mengendalikan dan mengerem. Di lain pihak, bulu sayap memiliki bentuk berbeda yang memungkinkan daerah permukaannya mengembang ketika mengepak untuk memperbesar gaya angkat. Ketika sayap mengepak ke bawah, bulu-bulu makin merapat, yang mencegah aliran udara lewat. Ketika sayap berada dalam gerakan ke atas, bulu-bulunya terbuka, memberi jalan pada aliran udara. Bentuk kelengkungan sayap pada burung membuat tekanan udara pada permukaan bagian atas lebih lemah daripada bagian bawah, yang berakibat mengangkat burung ke udara. Jika sayap dilengkungkan, aliran udara berikutnya pada bagian atas meningkatkan tekanan yang menghasilkan gaya ke bawah. Dengan cara ini burung diam di udara.

    Burung menggugurkan bulunya selama waktu-waktu tertentu untuk menjaga kemampuan terbangnya. Bulu yang tua atau rusak akan langsung diperbarui. Bulu-bulu pada kepala, tubuh dan sayap melindungi burung dari kelembaban dan dingin. Bulu-bulu juga membantu burung membubung di udara. Bulu-bulu pada bagian sisi menutup kulit yang lunak sekaligus membantu mengatur suhu tubuh.